Google Arts and Culture

Jalan jalan Virtual Museum lewat Google Arts and Culture

Google Arts and Culture

Sejak Maret 2020, hampir semua museum di seluruh dunia tutup untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk museum-museum di Indonesia. Lalu, gimana dong? Museum kan tempat wisata, yang sehari-hari sibuk melayani orang-orang yang datang ke sana. Kalau tidak ada yang datang, lalu bagaimana? Tentu saja, gantian jadi museumnya yang mendatangi pengunjung! Alias bikin jalan jalan virtual museum.

Alias museumnya yang jemput bola. Dengan apa? Masing-masing museum punya cara yang beda ‘mendatangi’ pengunjung mereka, tapi salah satu cara yang paling populer adalah membuat museum virtual. Jadi, kita bisa jalan-jalan virtual museum, deh.

Museum Virtual, jadinya kayak gimana tuh?

Yang pasti, informasi yang biasanya disajikan di museum, sudah bisa diakses secara digital. Gunanya untuk melengkapi, menyempurnakan, atau menambah pengalaman pengunjung museum. Gimana caranya? Museum bisa melakukan personalisasi, interaktivitas, dan kekayaan konten. Museum virtual dapat berfungsi sebagai jejak digital dari museum fisik, atau dapat berdiri sendiri. 

Intinya, jalan-jalan museum virtual nggak cuma memudahkan kamu karena nggak perlu keluar ongkos transportasi dan tiket; ga perlu buang waktu dan sibuk menyesuaikan jadwal dengan jam buka museum. Kamu bisa akses museum bahkan sambil rebahan. Salah satu platform yang paling populer untuk hal ini adalah Google Arts and Culture.

Google Arts and Culture: Platform Seni Budaya dari Google

Jalan-jalan virtual museum lewat Google Arts and Culture
Halaman depan Google Arts and Culture

Platform ini semacam ensiklopedia interaktif yang isinya segala hal yang berkaitan dengan seni dan budaya. Bisa diakses via web dari gawai apapun, dan bisa diakses via aplikasi. Dari museum, galeri, kawasan bersejarah, manuskrip jadul, sampe teleskop virtual juga ada. Jadi nggak cuma keliling museum dan situs bersejarah, kamu bahkan bisa stargazing di sini. Kalau kamu berdomisili di kota besar yang sarat polusi, pasti sulit kalau mau stargazing langsung ke langit di kotamu, karena langit malam pun bisa tercemar polusi cahaya dari kota, sehingga bintang-bintang tidak tampak.

Kamu bisa akses Google Arts and Culture melalui web ataupun aplikasi. Serunya, kalau kamu akses melalui aplikasi, ada fitur-fitur lucu seperti selfie mirip lukisan populer atau aneka games seperti puzzle, crossword, dan banyak lagi.. 

Yang menyenangkan, segala sesuatu yang berada di Google Arts Culture ini berasal dari seluruh dunia. Jadi, kamu bisa jalan-jalan keliling dunia cukup dengan install aplikasi ini atau buka webnya!

Indonesia di Google Arts and Culture

Jalan-jalan virtual museum dan budaya Indonesia

Nah, ada pula museum-museum di Indonesia yang nampang di Google Arts and Culture. Salah satunya Museum Nasional. Melihat Museum Nasional lewat Google Arts and Culture ini menarik loh, soalnya kamu bisa keliling Museum secara virtual, mengeksplor aneka koleksi, dan banyak lagi.

Nggak cuma museum, tapi Google Arts and Culture ini juga bisa membuat kamu jalan-jalan di puluhan candi di seluruh Indonesia; menjelajah 72 museum, mengeksplor 113 cerita, dan lebih dari 15.000 tinggalan budaya, cukup hanya dengan beberapa klik.

Museum Virtual Lainnya

Selain Google Arts and Culture, ada banyak cara kamu bisa jalan-jalan ke museum virtual lainnya. Di masa pandemi ini, museum-museum berlomba membuat isi museum mereka bisa diakses online, alias membuat museum virtual.

Nah, pas banget nih! Muzer punya program museum virtual buat nemenin kamu di rumah aja. Jadi, jalan jalan ke museum bisa kapan aja dan dimana aja. Kapan lagi keliling museum sambil rebahan?


Baca juga:

1 thought on “Jalan jalan Virtual Museum lewat Google Arts and Culture”

Leave a Comment